KEPADA YTH. PARA ATLET & SUPORTER INDONESIA DUKUNG BERSAMA ASIAN GAMES 2018



Dear Para Atlet & Suporter Indonesia,
Mari kita mulai tulisan ini dengan cerita singkat masa kecilku. Aku masih ingat hari itu, salah satu hari yang sangat menyebalkan dalam hidupku. Aku masih duduk di bangku SMP. Hari itu, kelasku sedang pelajaran olahraga. Semua rasa percaya diriku larut bersama sorak-sorai orang-orang di sekitar lapangan sepak bola. Ingin rasanya aku tenggelem ke bumi, ditelan tanah, ketika aku gagal menendang bola ke gawang. Bukan karena aku seorang bintang lapangan yang GAGAL, tapi karena memang aku tidak bisa bermain sepak bola. Sebagian orang menertawaiku karena hal itu.

Aku hanya bisa duduk di pinggir lapangan. Melihat orang-orang di sekelilingku, terutama kakak angkatan yang saat itu sedang melihat kelasku. Mereka mencibir, menuding, dan tertawa keras. Umurku saat itu belum genap 15 tahun, dan aku bersumpah dalam diriku, aku tidak ingin menjadi pemain sepak bola. Aku memang tidak bisa. Namun, ketidakmampuanku itu diperparah oleh rasa percaya diri yang telah direngut oleh orang-orang yang menertawaiku saat itu.


Mungkin sebagian orang menganggap cerita ini hanya remeh temeh. Ah, kayak gitu aja masak menyerah. Ya, mungkin karena mereka tidak mengalaminya sendiri. Mungkin mereka tidak tahu betapa malu dan menjijikannya aku waktu itu. Namun yang jelas, peristiwa itu telah membuatku trauma untuk ikut pelajaran olahraga, terutama saat harus bermain sepak bola. Aku trauma disoraki, ditertawai, dibuat bahan cerita kakak angkatan. Trauma itu bahkan efeknya bertahun-tahun. Aku menghindari hal-hal yang bersifat olah fisik, karena aku TRAUMA.

Untung saja, aku tidak lekas patah arang karena meratapi trauma itu dan tidak bergerak ke mana-mana. Aku mencoba untuk berprestasi di bidang lain. Aku harus selalu juara kelas, harus bisa sekolah tanpa biaya, harus masuk UGM dengan beasiswa.

And, I did It.

Cerita ini akan lompat beberapa tahun kemudian. Saat aku sudah beranjak dewasa dan menjadi salah satu karyawan di perusahaan otomotif nomer wahid di negeri ini. 

Aku ternyata menyukai salah satu bidang olahraga, yaitu Badminton. Bukan sebagai pemain, tapi sebagai suporter. Aku melihat beberapa pertandingan, baik secara langsung ataupun dari internet. Ikut bangga saat Atlet-atlet nasional kita menang dan membawa medali ke Tanah Air.

Suatu hari, ada pertandingan International Badminton. Aku tidak ingin menyebutkan pertandingan apa. Hasil pertandingan itu adalah INDONESIA pulang dengan tangan hampa. Atlet dihujat di dunia maya. Linimasa ramai oleh orang-orang yang menyebutkan bahwa para Atlet tidak fokus. Akun Social Media mereka diserbu oleh cacian. Keseharian mereka diawasi dan dicaci. Salah satu Atlet sampai harus mematikan kolom komentar di instagram.

Kubaca satu persatu komentar mereka di linimasa. Sebagian bernada negatif (koreksi aku jika aku menganggap kata ‘tolol’ itu keterlaluan) Aku terhempas ke masa kecilku. Saat aku mendadak menjadi beku di tempat. Semua orang memandang. Tertawa. Mengataiku.


Bukan cacian yang mereka butuhkan. Bukan komentar negatif. Mereka adalah Atlet-atlet Indonesia. Kita sebagai suporter wajib untuk mendukung. Berikan kritik & saran positif, bukan menjatuhkan. Kalah jangan dicaci, kalah jangan dibenci. Perjuangan mereka bukan masalah menang dan kalah, tapi mereka telah membawa nama Indonesia.


Sudah tiga tahun terakhir aku selalu menonton langsung INDONESIA OPEN. Euforia di stadion langsung memang terasa berbeda. Ikut deg-degan saat poin-poin kritis, gemas saat lawan lebih jago, antusias saat Atlet sampai jatuh bangun mengejar bola, dan menangis saat mereka naik ke Podium Juara.

Saat para Atlet sudah kelelahan secara fisik dan mental di lapangan, apakah mereka juga harus kelelahan secara mental saat di kamar dan membaca jutaan komentar negatif dari orang-orang. Aku selalu percaya bahwa ENERGI NEGATIF itu akan menular, bukannya memberikan semangat. Justru akan membuat down, menghilangkan rasa percaya diri.

Aku pernah trauma karena hal ini. Bagaimana dengan mereka?

Aku pernah menonton video anak-anak kecil di Jepang (cek video di sini) yang sedang olahraga. Seorang anak kecil gagal terus ketika harus melompati tumpukan balok. Dia menocba hingga beberapa kali. Namun, teman-temannya tidak mengejek. Mereka justru menyemangati, membuat anak kecil itu bersemangat dan akhirnya bisa. Energi positif memang bisa membuat semuanya jadi lebih mudah.

Jadi saat ini, marilah jadi Suporter Indonesia yang cerdas.


Kita semua sudah tahu bahwa mulai tanggal 18 Agustus 2018, Indonesia mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah salah satu perhelatan olahraga terbesar, yaitu ASIAN GAMES 2018. Sebagai tuan rumah, pemerintah telah berbenah. Menyiapkan segala hal untuk mendukung pelaksanaan perhelatan ini. Jalan-jalan diperaharui, sistem-sistem diperbaiki. Ini semua dilakukan agar INDONESIA tetap selalu membanggakan.



Sebagai warna negara INDONESIA, kita tentu saja harus siap mendukung perhelatan yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang ini. Meskipun hanya dilaksanakan di dua kota tersebut, namun kita juga tetap harus POSITIF mendukung perhelatan Asian Games 2018. Kita dukung Atlet-atlet kita yang akan berjuang untuk negeri tercinta.


Aku kan nggak tinggal di Jakarta atau Palembang. Bagaimana aku bisa mendukung mereka?

ASIAN GAMES 2018 tidak hanya milik warga Jakarta dan Palembang, tapi juga milik 34 Provinsi di Indonesia. Manfaatkanlah dunia maya sebaik mungkin. Sebarkan semangat positif. Tunjukkan kepedulian dengan hal-hal positif.

Misalnya dengan mengikuti kompetisi ONLINE di dukungbersama.id. Tebarkan komentar-komentar POSITIF di social media. Jangan biarkan hal negatif dan kebencian menghiasi linimasa. Atau kamu juga bisa menjadi DUTA SUPORTER INDONESIA yang diadakan oleh KOMINFO. Download aplikasinya (khusus Android) dan jadilah satu dari dua orang yang akan menjadi DUTA SUPORTER INDONESIA. Cek informasinya di dutasupoerter.id. #dukungbersama Asian Games 2018.



Aku sendiri karena menyukai BADMINTON, maka aku selalu memberikan informasi-informasi terkait Atlet Badminton. Aku mencoba mengenali satu persatu para Atlet. Karena dengan mengenal para Atlet, aku telah berusaha untuk memahami PERJUANGAN mereka. 




Apalah arti perjuangan, tanpa dukungan. Apalah arti perjuangan jika hanya sendirian. Aku berharap para Atlet Indonesia bisa memberikan yang terbaik untuk INDONESIA. Berjuanglah dengan segala kemampuan yang ada. Kalian telah berlatih dengan keras, saatnya keluarkan semua kemampuan.

Energi positifmu akan memberikan dampak yang luar biasa. Jika kalah bangkit lagi, jika kalah lagi, bangkit untuk kesekian kali.


Karena kalian, Para Atlet, adalah orang-orang terpilih yang mewakili INDONESIA. Menang dan kalah hanyalah sebuah kompensasi dari KERJA KERAS, DOA, dan KONSISTENSI.

Jika komentar-komentar negatif menghiasi dinding timelinemu, maka lawanlah dengan hal yang positif. Selalu berikan senyuman, semangat, dan kegigihan untuk Indonesia. Mari bersatu untuk menjadi sebuah bangsa yang kuat dan di bawah filosofi Bhineka Tunggal Ika.

Indonesia adalah rumah ratusan etnis, budaya, suku, dan bahasa. Dengan perbedaan itulah kita bersatu, termasuk dalam hal OLAHRAGA. Semangat POSITIF untuk  INDONESIA JAYA.

Seperti makna dari ketiga MASKOT ASIAN GAMES, yaitu BHIN BHIN (Burung Cenderawasih) yang menggambarkan STRATEGI, ATUNG (Rusa bawean) yang merepresentasikan KECEPATAN, dan KAKA (badak bercula satu) yang menggambarkan KEKUATAN, jadikanlah MOMENTUM ASIAN GAMES untuk mempererat persaudaraan antar bangsa.

Semangat para Atlet INDONESIA-ku.

Terus tebarkan hal posifit Suporter Indonesiaku. Ayo #dukungbersama Atlet Indonesia di Asian Games 2018.


Har !

9 comments:

  1. semangat atlet indonesia, maju terus

    ReplyDelete
  2. Mendukung, termasuk dengan kata-kata postif, merupakan energi yang sangat penting bagi para atlet tentunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sangat setuju...mari dukung dengan energi positif.

      Delete
  3. Pasti sering mantengin FP di Facebook kan😂. Disana semua kata kata kasar tersusun dengan indah kalau atletnya kalah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku mantenginnya di IG, dan sama saja. Seharusnya jika kalah, kritiklah sepantasnya dan sebijaknya.

      Delete
  4. Tetap semangat, jadikan setiap kritikan sebagai pembangkit semangat berjuang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah, Para Atlet harus selalu semangat. Sebagai suporter kita harus memberikan dukungan positif. Kritiklah yang membangun bukan menjatuhkan.

      Delete
  5. Mz,apakah sikap dan nada komentator mereka yang ada di media sosial bisa dipengaruhi oleh komentator pertandingan? Seperti, maaf, gaya komentator Bung Valen, yang menurut saya, terlalu menaruh ekspektasi besar tanpa menjelaskan musuh yang dihadapi.

    ReplyDelete