DEAR BLOGGER, 5 HAL INI MEMBUAT KREATIVITASMU MENURUN





Ternyata kita terlahir sebagai seseorang yang kreatif. Serius, hal ini memang benar. Masih ingat kan, mengapa waktu kecil kita semua suka sekali menggambar. Suka warna-warna. Atau hanya aku saja yang seperti itu? Ah, kurasa tidak. Aku waktu kecil suka sekali menggambar dan mewarnai. Selain itu, aku juga berkhayal atau bahasa yang lebih kerennya BERIMAJINASI. Imajinasi membuatku punya dunia sendiri. Aku punya lapangan yang luas dengan rumput yang hijau, punya kuda bersayap, punya roket yang bisa ke bulan, punya teman khayalan. Itu semua ada di dunia imajinasiku waktu kecil. 

Kita semua memang terlahir kreatif. Kalo kata Yoris Sebastian, “I’M BORN CREATIVE”.


Meskipun aku sendiri yakin bahwa KADAR kreativitas setiap orang itu berbeda-beda. Tidak bisa dibanding-bandingkan.

Sering bertambahnya umur, lebih tepatnya seiring kita mengenal dunia yang lebih eksak, kreativitas itu mulai menurun. Dunia kreativitas itu lebih dekat ke warna-warna, hal random, spontanitas. Bukan sesuatu yang rutin dan pasti. Para pakar menyebutkan bahwa kreativitas lebih dekat ke otak kanan daripada otak kiri.

Pernah tidak, di suatu titik merasa kreativitas kita berhenti? Benar-benar berhenti. Dipaksapun susah keluar. Aku pernah. Dan ada suatu titik juga, aku sangat ketakutan jika otakku tidak kreatif lagi. Kreativitasku terhenti. Itu sangat menakutkan.

Itu menakutkan sekali. Mengapa hal itu bisa terjadi? Mengapa kita tidak kreatif? Apa yang membuat kita tidak kreatif? Mengapa sebagai Blogger, pertanyaan ini sangat penting?


Sebagai orang yang memutuskan untuk menjadi Blogger yang serius, menjadi fulltime writer, aku terus berusaha menajamkan otak kreativitasku. Blogger adalah seorang yang kreator konten, tentu dalam hal ini adalah tulisan (dan sekarang diperluas dengan tambahan ilustrasi). Sebagai seorang kreator, tentu saja kita harus terus berpikir kreatif bukan?

Sebenarnya banyak sekali hal yang bisa kita lakukan agar kita tetap kreatif. Namun, ditulisan singkat ini, aku tidak akan memberitahu kalian tentang hal itu. Aku justru akan memberitahu, hal-hal apa saja yang membuat kreativitas kita menurun. Aku rangkum dari beberapa buku yang kubaca seperti Creative Junkies dan 101 Creative Notes-nya Yoris Sebastian, Sila ke-6: Kreatif Sampai Mati-nya Wahyu Aditya.

Yap, itu penting. Agar kita bisa mendobrak hal tersebut. Atau paling tidak mengurangi.





Aku ingat ketika dulu kuliah, Dosen ‘Pengantar Teknik Industri’-ku bilang bahwa ketika beliau berangkat ke kampus, beliau selalu merubah rute setiap beberapa hari sekali. Kadang seminggu sekali atau dua minggu sekali. Jadi misal minggu ini dia memilih Rute A, minggu depannya beliau akan memilih Rute B. Kadang rutenya lebih panjang, tapi kata beliau tidak masalah.

Mengapa beliau melakukan itu? Jawabannya: Beliau tidak ingin otaknya merekam hal yang sama. Karena jika sudah merekam hal yang sama, si otak kadang secara otomatis langsung meminta kita untuk melakukan hal yang sama berulang-ulang. Beliau pernah melewati jalan yang sama selama berbulan-bulan, alhasil beliau tidak perlu berpikir kapankah beliau akan belok, kapan lurus, kapan berhenti. Itu berbahaya.

Yes, rutinitas membuat otak kita mandeg dan tidak berpikir kreatif.


 Kita memang kadang tidak bisa mengubah rutinitas. Misalnya karena kita harus dipaksa untuk kuliah, ke kantor, dsb. Namun, kita bisa mengubah cara kita menjalankan rutinitas itu. Salah satunya seperti yang sudah aku contohkan di atas: ubah rute ke kampus/kantor. Cara lain: bagaimana jika mengubah letak jam tangan. Biasanya di kanan, kita pasang di kiri. Hal ini untuk menghindari kita ‘reflek’ melihat jam ke tangan  yang sama terus menerus.

Kita juga kadang-kadang butuh melakukan hal yang spontan. Spontanitas itu diperlukan. Misalnya, tanpa direncanakan mendadak pergi ke kosan teman lalu jalan-jalan ke tempat wisata murah di kota. Atau mendadak ikut Open Trip seperti aku (baca ceritanya di sini).

Namun, bukan berarti kita tidak boleh punya kegiatan yang rutin yah. Seorang yang kreatif tetap butuh jadwal yang fix. Misalnya, jadwal olahraga, jadwal membaca buku, jadwal bangun pagi, jadwal menonton dll.

Jadi mulai sekarang, yuk lawan rutinitas, Blogger.


Ini masih ada hubungannya dengan poin pertama, yaitu rutinitas. Bekerja di area yang sama terus menerus membuat otak jenuh.

Aku sendiri setelah full bekerja di rumah, suka menulis berpindah-pindah. Kadang di kasur, kadang di meja, kadang di depan TV, kadang jika invoice sudah cair aku nulis di coffeeshop. Aku memang memiliki satu tempat favorit, tapi sesekali aku ‘pindah’ ke tempat lain agar tidak jenuh.


Dulu waktu masih kerja kantoran, aku memiliki satu meja tetap. Bekerja setiap hari di meja itu dari jam 7.30 hingga 16.30, itu sangat membosankan. Jadi, jika kamu masih bekerja, kadang berpindahlah sebentar. Mungkin di coffeeshop, kantin kantor, atau tempat-tempat lain. Jika masih kuliah, kamu bisa pergi ke taman kota untuk kerja kelompok atau ke Selasar Fakultas.


Kamu tidak salah membaca kok. Hal kedua yang bisa menghambat kreativitas adalah budaya kurang membaca. Ini mungkin tips paling umum yang diberikan orang. Ah, ini juga tahu. Tapi serius, jarang membaca membuat otak kita mandeg dan lebih parahnya kreativitas kita menurun.
Sebagai Blogger, kamu tentu tidak mau itu terjadi kan?



Bagaimanapun, otak kita tetap membutuhkan nutrisi. Jadi, membaca adalah kegiatan yang wajib untuk orang yang ingin tetap kreatif. Membaca membuat kita memiliki persepektif yang lain terhadap suatu hal. Tidak harus membaca buku-buku berat kok. Tapi bisa juga membaca berita, twitteran, atau artikel dari blog yang kita suka.
Membaca fiksi juga diperlukan agar kita latihan berimajinasi. Kita bisa membayangkan latar cerita, membayangkan tokoh, dan jalan ceritanya. AKu sendiri penggemar cerita-cerita fiksi dan suka menulis cerita fiksi.


Tidur sebentar di siang hari, atau bahasa kerennya POWER NAP, ternyata penting. Tapi, tidak boleh terlalu lama. Saya sendiri kubatasi hanya 10-30 menit. Jika tidak tidur siang, biasanya tubuh rasanya lemas. Tidur meski sebentar membuat tubuh segar kembali.

Ada lima tahap tidur yang bikin tubuh dan otak relaks. Tahap pertama dan kedua akan membuat tubuh kita segar. Biasanya terjadi selama 8 menit pertama. Kita akan mendapatkan energi instan selama 3 jam kemudian. Menurut riset dari U.S Department of Veterans Affairs Medical Center, tidur selama 8,4 menit saja di tengah hari dapat meningkatkan fungsi kognitif dan kewaspadaan.

Selain mengistirahatkan otak, tubuh juga menjadi lebih segar untuk melakukan aktivitas lagi.


Terus menerus membuat kita tertutup, tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, tidak terbuka dengan ilmu baru membuat kita terperangkap dalam dunia kita sendiri. Secara tidak sadar, hal ini akan membuat kita tidak kreatif.

Setiap ada ilmu baru selalu bilang : ah, mengapa aku harus tahu dan belajar itu.
Setiap ada yang berpendapat : tidak mau membuka diri. Padahal hal ini bisa melatif otak kita untuk berpikir dari sudut pandang lain.


Selalu menutup diri dengan dunia: jarang mengikuti perkembangan, tidak mau tahu dengan perubahan, dan hal-hal lain. Tidak ada salahnya kok kita tahu tentang perkembangan politik, tidak ada salahnya juga tahu perkembangan artis-artis.

Jadi rajin-rajinlah web-browsing, menonton film yang menginspirasi, mendengarkan radio, mengikuti berita di twitter, atau ikut pelatihan-pelatihan.
# # #

Jadi bagaimana, sudah siap untuk mengubah rutinitas? Mengubah hal yang monoton? Selalu berpikiran terbuka dan terus mengupgrade diri? Siap dan terus selalu menjadi Blogger yang kreatif? Yuk, kita kreatifkan INDONESIA.

Coba ceritakan pengalamanmu. Aku tunggu ya di kolom komentar.


- Kanghar Akasa -
#creaTEAM

6 comments:

  1. Dari atas sampai bawah, saya malah gagal fokus, seorang Teknik Industri juga to... hehe...

    ReplyDelete
  2. Dari ke 5 point diatas bener2 yang saya alami sekarang ini..
    Apalagi kerjaan gitu2 terus pengen nulis blog tp idenya gak dapet, bawaanya capek dan males... kayaknya saya hrus refresh lagi biar semangat lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk semangat. Untuk ide blog bisa dibantu dengan sering-sering blogwalking :)

      Delete
  3. rutinitas harus dilawan ternyata, hahaha...selama ini melakukan semuanya sesuai dengan schedule yang udah ditetapkan. ternyata bikin mandek otak.

    well, coba ubah kebiasaan deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tetap boleh sih punya rutinitas, misal: jadwal membaca buku, jadwal olahraga, dan jadwal menikmati entertainment (film, musik, dll)

      Delete